PENGARUH AKSES PERMODALAN, PENGELOLAAN BISNIS TERHADAP PEMBERDAYAAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN PERAN PEMERINTAH DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (KASUS PKL DI KABUPATEN KEBUMEN)

Main Authors: Wibawanto, Sigit, Prasetyo, Hendrawan
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: P4M STIE Putra Bangsa , 2008
Online Access: http://journal.stieputrabangsa.ac.id/index.php/fokbis/article/view/18
http://journal.stieputrabangsa.ac.id/index.php/fokbis/article/view/18/15
ctrlnum article-18
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">PENGARUH AKSES PERMODALAN, PENGELOLAAN BISNIS TERHADAP PEMBERDAYAAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN PERAN PEMERINTAH DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (KASUS PKL DI KABUPATEN KEBUMEN)</title><creator>Wibawanto, Sigit</creator><creator>Prasetyo, Hendrawan</creator><description lang="id-ID">Dewasa ini program pemberdayaan ekonomi kerakyatan menjadi isu sentral yang seringkali didengungkan dan menuntut perhatian lebih dari pemerintah. Isu yang berkembang menjadi wacana menarik perhatian ini adalah pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Kukuhnya industri kecil yang cenderung lebih stabil dibandingkan industri besar pada saat krisis multidimensional menjadikan munculnya upaya bahwa perhatian yang tepat saat ini adalah lebih terfokus pada ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat. Realita saat ini adalah banyak kalangan masyarakat yang sudah mulai berani untuk membuka usaha baru, dan cenderung dengan modal awal kecil dengan perhitungan yang kurang maksimal, hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan bisnis masih berdasarkan hitungan ikut-ikutan. Yang terjadi saat ini adalah banyak bermunculan usaha yang jarang sekali di konsep secara bisnis dan asal-asalan. Namun demikian ada pula yang berkembang karena sudah dipersiapkan secara matang dan siap untuk dikembangkan. Bisnis yang paling banyak dikembangkan oleh masyarakat saat ini adalah di emperan toko, tepi jalan, yang biasa disebut dengan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pedagang Kaki Lima (PKL) yang merupakan usaha mikro dari segi informal memang sangat perlu dikembangkan tentu saja disesuaikan dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Istilah Pedagang Kaki Lima (PKL) cenderung terkesan negatif, kaki lima pandangannya lebih negatif baik dari gangguan terhadap kelancaran lalu lintas, kumuh dan tidak bersih. Akan tetapi dengan konsep yang berubah, justru dari kaki limalah sumber perekonomian masyarakat bisa berkembang.</description><publisher lang="en-US">P4M STIE Putra Bangsa</publisher><date>2008-12-01</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Journal:Article</type><type>File:application/pdf</type><identifier>http://journal.stieputrabangsa.ac.id/index.php/fokbis/article/view/18</identifier><identifier>10.32639/fokusbisnis.v7i2.18</identifier><source lang="en-US">Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi; Vol 7 No 2 (2008)</source><source lang="id-ID">Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi; Vol 7 No 2 (2008): Fokus Bisnis</source><source>2623-2480</source><source>1693-5209</source><language>ind</language><relation>http://journal.stieputrabangsa.ac.id/index.php/fokbis/article/view/18/15</relation><recordID>article-18</recordID></dc>
language ind
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
File:application/pdf
File
Journal:eJournal
author Wibawanto, Sigit
Prasetyo, Hendrawan
title PENGARUH AKSES PERMODALAN, PENGELOLAAN BISNIS TERHADAP PEMBERDAYAAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DENGAN PERAN PEMERINTAH DAERAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (KASUS PKL DI KABUPATEN KEBUMEN)
publisher P4M STIE Putra Bangsa
publishDate 2008
url http://journal.stieputrabangsa.ac.id/index.php/fokbis/article/view/18
http://journal.stieputrabangsa.ac.id/index.php/fokbis/article/view/18/15
contents Dewasa ini program pemberdayaan ekonomi kerakyatan menjadi isu sentral yang seringkali didengungkan dan menuntut perhatian lebih dari pemerintah. Isu yang berkembang menjadi wacana menarik perhatian ini adalah pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Kukuhnya industri kecil yang cenderung lebih stabil dibandingkan industri besar pada saat krisis multidimensional menjadikan munculnya upaya bahwa perhatian yang tepat saat ini adalah lebih terfokus pada ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat. Realita saat ini adalah banyak kalangan masyarakat yang sudah mulai berani untuk membuka usaha baru, dan cenderung dengan modal awal kecil dengan perhitungan yang kurang maksimal, hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan bisnis masih berdasarkan hitungan ikut-ikutan. Yang terjadi saat ini adalah banyak bermunculan usaha yang jarang sekali di konsep secara bisnis dan asal-asalan. Namun demikian ada pula yang berkembang karena sudah dipersiapkan secara matang dan siap untuk dikembangkan. Bisnis yang paling banyak dikembangkan oleh masyarakat saat ini adalah di emperan toko, tepi jalan, yang biasa disebut dengan Pedagang Kaki Lima (PKL). Pedagang Kaki Lima (PKL) yang merupakan usaha mikro dari segi informal memang sangat perlu dikembangkan tentu saja disesuaikan dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Istilah Pedagang Kaki Lima (PKL) cenderung terkesan negatif, kaki lima pandangannya lebih negatif baik dari gangguan terhadap kelancaran lalu lintas, kumuh dan tidak bersih. Akan tetapi dengan konsep yang berubah, justru dari kaki limalah sumber perekonomian masyarakat bisa berkembang.
id IOS1001.article-18
institution Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Bangsa
institution_id 193
institution_type library:university
library
library Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Putra Bangsa
library_id 375
collection Fokus Bisnis
repository_id 1001
subject_area Ekonomi
city KEBUMEN
province JAWA TENGAH
repoId IOS1001
first_indexed 2016-09-16T18:53:39Z
last_indexed 2020-02-04T13:06:22Z
recordtype dc
_version_ 1685664014045020160
score 17.310072