KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF YOUTH ON FREE SEX

Main Author: Wilujeng, Rachel Dwi
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: ind
Terbitan: Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya , 2017
Online Access: http://103.235.153.149/journal/index.php/midwifery/article/view/60
http://103.235.153.149/journal/index.php/midwifery/article/view/60/22
Daftar Isi:
  • Free sex is sex that is carried out by teenagers before there is a marriage bond. Data obtained from BK at Grati 1 Public High School in 2014-2016 ± 20 students were pregnant out of wedlock, 3 abortions and 30 people dropped out of school due to marriage or unclear reasons. Adolescent attitudes toward free sex are influenced by several factors, including internal factors including age, education, knowledge, personality, work, emotional, religious. Besides that it is influenced by external factors, namely mass media, environment, culture, modernization. This study aims to determine the relationship between knowledge and adolescent attitudes toward free sex. Method: This study is a cross-sectional analytic study. The population is all students in grade 1 and 2 of SMA 1 Grati Pasuruan, amounting to 640 students and a sample of 87 students taken by the Probability Sampling technique. Data obtained from primary data (questionnaire) then processed with frequency tables, cross tabulation and analyzed by Chi Square test (α = 0.05). Results: The results of the study found that most of the knowledgeable students were 33 students (37.94%) and most students did not agree to Free Sex (56.32%). The results of cross tabulation showed that students with less majority knowledge agreed to free sex, namely (81.48%) compared to those with good knowledge the majority did not agree to free sex, namely (73.33%). Chi-Square calculation results obtained χcount (22.74)> χ2table (3.84) then H0 is rejected .. Discussion: There is a relationship between knowledge and adolescent attitudes toward free sex. Therefore, it is hoped that the teacher can provide clearer information about free sex and work with health workers to provide information on free sex and reproductive health. Besides that, cooperation with parents is needed to monitor children in the family and provide positive activities in the community.
  • Seks bebas adalah hubungan seks yang dilakukan oleh remaja sebelum ada ikatan pernikahan. Data yang diperoleh dari BK di SMA Negeri 1 Grati pada Tahun 2014 – 2016 ± 20 orang siswa hamil di luar nikah, 3 orang aborsi dan 30 orang putus sekolah karena alasan menikah atau tidak jelas. Sikap Remaja terhadap seks bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor Internal meliputi usia, pendidikan, pengetahuan, kepribadian, pekerjaan, emosional, agama. Disamping itu dipengaruhi oleh faktor Eksternal yaitu media massa, lingkungan, kebudayaan, modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja terhadap seks bebas.. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik jenis Cross Sectional. Populasinya adalah seluruh siswa kelas 1 dan 2 SMA Negeri 1 Grati Pasuruan yang berjumlah 640 siswa dan sampel berjumlah 87 siswa yang diambil dengan teknik Probability Sampling. Data diperoleh dari data primer (kuesioner) kemudian diolah dengan tabel frekuensi, tabulasi silang dan dianalisis dengan uji Chi Square(α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian didapatkan, bahwa sebagian besar siswa berpengetahuan cukup sebanyak 33 siswa (37,94%) dan sebagian besar siswa Tidak setuju terhadap Seks Bebas (56,32%). Hasil Tabulasi silang didapatkan siswa yang berpengetahuan kurang mayoritas setuju terhadap seks bebas yaitu (81,48%) dibandingkan dengan yang berpengetahuan baik mayoritas tidak setuju terhadap seks bebas yaitu (73,33%). Hasil perhitungan Chi-Square didapatkan χ2hitung (22,74) > χ2tabel (3,84) maka H0 ditolak.. Diskusi: Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja terhadap seks bebas. Oleh karena itu diharapkan Guru dapat memberikan informasi yang lebih jelas tentang seks bebas serta bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang seks bebas serta kesehatan reproduksi. Disamping itu diperlukan kerjasama dengan orang tua dalam pengawasan anak dalam keluarga serta memberikan kegiatan positif dalam masyarakat.